Home > Berita > MAKALAH WIRAUSAHA

MAKALAH WIRAUSAHA

BAB I

PENDAHULUAN

1. Menumbuhkan Minat Berwirausaha

Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik, dan banyak pula orang yang menganggur, maka semakin dirasakan penting dunia wirausaha. Pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja karena kemampuan pemerintah sangat terbatas.

Oleh ssebab itu, wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahaIndonesiamasih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausahaIndonesiamerupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan.

 

* Manfaat wirausaha:

1. Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi          pengangguran.

2. Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya.

3. Menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain, sebagai pribadi tunggal yang patut dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.

4. Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan.

5. Berusaha selalu memberi bantuan kepada orang laindan pembangunan sosial, sesuai dengan kemampuannya.

6. Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan.

7. Memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tapi tidak melupakan perintah-perintah agama.

8. Hidup secara effisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.

9. Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun keserasian lingkungan.

 

* Dua Darmabakti Wirausaha Terhadap Pembangunan Bangsa:

1. sebagai pengusaha, memberikan darmabaktinya melancarkan proses produksi, distribusi dan konsumsi.

2. sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional dalam mengurangi ketergantungan pada bangsa asing.

Penyebab kurangnya dari minat ini mempunyai latar belakang negatip dalam masyarakat terhadap profesi wirausaha. Sekarang ini banyak anak muda mulai tertarik dan melirik profesi bisnis yang cukup menjanjikan masa depan cerah, kaum remaja sekarang dengan latar belakang profesi orang tua yang beraneka ragam mulai mengarahkan pandangannya kebidang bisnis.

 

* Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Wirausaha

   Keuntungan menjadi wirausaha

1. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri.

2.Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara utuh.

3. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.

4. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit.

5. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos.

 

Kelemahan menjadi wirausaha

1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko

2. Bekerja keras dan jam kerja panjang.

3. Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus

berhemat.

4. Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.

2. Kebutuhan akan wirausaha

Suatu pernyataan yang bersumber dari PBB menyatakan bahwa suatu negara akan mampu membangun apabila meiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya. Wirausahawan adalah seorang innovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikir untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas,

Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi baru, yang merupakan gabungan dari 5 hal, yaitu:

1. Pengenalan barang dan jasa baru.

2. Metoda produksi baru.

3. Sumber bahan mentah baru.

4. Pasar-pasar baru

5. Organisasi industri baru.

 

3. Bisakah Kewirausahaan diajarkan? 

Di negara maju pertumbuhan wirausaha membawa peningkatan ekonomi yang luar biasa. Pengusaha-pengusaha baru ini telah memperkaya pasar dengan produk-produk yang inovatip. Transpormasi pengetahuan kewirausahaan telah berkembang pada akhir-akhir ini. Demikian pula di negara kita pengetahuan kewirausahaan diajarkan di sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi dan di berbagai kursus bisnis. Jadi kesimpulannya kewirausahaan itu dapat diajarkan.

 

4. Dorongan Merintis Wirausaha

Motivasi merupakan aspek utama dalam mendorong berdirinya kegiatan kewirausahaan. Motivasi tersebut antara lain Lingkungan kerja, guru sekolah, sekolah yang memberikan mata pelajaran kewirausahaan yang dapat membangkitkan minat berwirausaha. Dorongan membentuk wirausaha juga datang dari teman sepergaulan, lingkungan keluarga, sahabat, dimana mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha serta masalah yang dihadapi dalam berwirausaha dan cara-cara mengatasi masalah tersebut. Pendidikan formal dan pengalaman bisnis menjadi potensi utama untuk menjadi wirausaha yang berhasil.

 

5. Beberapa Faktor Kritis Untuk Memulai Usaha Baru

Beberapa faktor kritis untuk memulai usaha

1. Personal, menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang.

2. sociological, menyangkut masalah hubungan dengan keluarga.

3. Enfironmental, menyangkut hubungan dengan lingkungan.

Seseorang yang mempunyai ide untuk membuka suatu usaha baru akan mencari faktor-faktor lain yang akan mendorongnya. Faktor tersebut antara lain faktor keluarga, teman, pengalaman, keadaaan ekonomi, keadaan lapangan kerja, dan sumber daya yang terserdia.

 

6. Model Proses Kewirausahaan

Model proses pengembangan kewirausahaan dapat digambarkan sebagai berikut: inovasi→Pemicu→pelaksanaan→pertumbuhan.

a. proses inovasi

Beberapa faktor yang mendorong inovasi adalah: keinginan berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor pendidikan, faktor pengalaman, peluang, dan kreatifitas.

b. proses pemicu

Beberapa faktor yang memicu sseseorang untuk terjun ke dunia bisnis adalah:

*Adanya ketidak puasan terhadap pekerjaan yang sekarang.

* Adanya pemutusan hubungan kerja, tidak ada pekerjaan lain

* Dorongan faktor usia

* Keberanian menanggung resiko

* Komitmen yang tinggi terhadap bisnis

* Adanya persaingan dalam dunia kehidupan

*Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan, misalnya memiliki tabungan, modal, warisan, memiliki bangunan yang berlokasi strategis.

* Mengikuti latihan-latihan bisnis

*Adanya kemudahan dalam lokasi berusaha atau fasilitas kredit dan bimbingan yang dilakukan oleh Depnaker

* Adanya hubungan atau relasi dengan orang lain

* Adanya tim yang dapat diajak bekerjasama dalam berusaha

* Adanya dorongan dari orang tua untuk berusaha

* Adanya bentuan keluarga dalam berbagai kemudahan

* Adanya pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya.

c. proses pelaksanaan

Beberapa faktor personal yang mendorong pelaksanaan sebuah bisnis:

* Adanya seorang wirausaha yang sudah siap mental secara total

* Adanya menager pelaksana sebagai tangan kanan, pembantu utama

* Adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis

*Adanya visi, pandangan yang jauh kedepan guna mencapai keberhasilan.

d. Proses pertumbuhan

Proses pertumbuhan ini di dorong oleh faktor organisasi antara lain:

* Adanya tim yang kompak dalam menjalankan usaha

* Adanya strategi yang mantap dari produk tim yang kompak

* Adanya struktur dan budaya organisasi yang sudah membudaya

*Adanya produk yang dibanggakan, keistimewaan yang dimiliki, misalnya: kualitas makanan, lokasi usaha

* Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan.

* Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinu.

*Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan.

* Adanya sumber-sumber tersedia yang masih bisa dimanfaatkan.

* Adanya kebijaksanaan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi.

 

7. Menilai Peluang Membuka Usaha Baru

kadang-kadang seseorang ingin membuka usaha baru didorong oleh rasa optimis berlebihan. Untuk menetralisir rasa optimis berlebihan tersebut perlu dilakukan evaluasi. Masalahnya banyak isu berkembang bahwa satu dari 10 usaha baru yang akan sampai pada ulang tahunnya yang ke-10 dan perusahaan lainnya mati di tengah jalan.

BAB II

WIRASWASTA DAN WIRAUSAHA

 

1. Pengertian Wiraswasta

Istilah wiraswasta sering dipakai tumpang tindih dengan wirausaha. Di dalam berbagai literature dapat dilihat bahwa pengertian wiraswasta sama dengan wirausaha, demikian pula penggunaan istilah wirausaha seperti sama dengan wiraswasta. Wiraswasta berarti keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. Manusia wiraswasta mempunyai kekuatan mental yang tinggi

Pernyataan DR. Daoed yoesoef menyatakan bahwa seorang wiraswasta adalah:

1. Memimpin usaha, baik secara teknis dan atau ekonomis, dengan berbagai aspek fungsional sebagai berikut:

a.Memiliki, dipandang dari sudut permodalan

b. Mengurus dalam kapasitas sebagai penanggung jawab atau manager.

c. Menerima tantangan ketidakpastian dan karenanya menanggung ekonomi yang d. Slit diukur secara kuantitatip dan kualitatip.

e. Mempelopori usaha baru, merupakan kombinasi-kombinasi baru.

f. Penemu, peniru dan yang berhubungan dengan ini penyalur memindahkan   teknologi.

2. Memburu keuntungan dan manfaat secara maksimal

3. Membawa usaha kearah kemajuan, perluasan, perkembangan melalui jalan kepemimpinan ekonomi.

*Limapokok wiraswasta

1. Wiraswasta sebagai orang vak, “captain of industry” di suatu bidang tertentu, dimana dia membaktikan prestasi teknik dan mengadakan penemuan ataupun peniruan

2.Wiraswasta sebagai seorang bisnis, yang terus-menerus secara tekun menganalisis kebutuhan dan selera masyarakat, menimbulkan kebutuhan-kebutuhan baru melalui reklame.

3.Wiraswasta sebagai orang uang, yang mengumpulkan dan menyalurkan dana, mendirikan concern, yang pada pokoknya bergerak di pasaran uang dan modal.

4.Wiraswasta sebagai social engginer, pengusaha yang berusaha mengikat para pekerjanya melalui berbagai karya sosial baik diatas pertimbangan moral ataupun berdasarkan perhimpunan mengelakkan kerugian yang diakibatkan pertukaran personil yang terlalu sering dan cepat.

5.Wiraswasta sebagai manajer, yang memajukan usahanya menggunakan pengetahuan-pengetahuan bisnis moderen dan memperhitungkan sepenuhnya asas effisiensi.

Kewiraswastaan terdiri atas tiga bagian pokok yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainya yaitu;

1. Sikap mental wiraswasta

2. Kewaspadaan wiraswasta

3. Keahliuan dan ketrampilan wiraswasta

 

DR. Soeparman menyatakan ciri manusia wiraswata sebagai berikut:

1. Tahu apa maunya, dengan merumuskannya, merencanakan upayanya, dan menentukan program batas waktu untuk mencapainya.

2.Berfikir teliti dan berpandangan kreatip dengan imajinasi konstruktip

3. Siap mental untuk menyerap dan menciptakan kesmpatan serta siap mental dan kompetensi untuk memenuhi persyaratan kemahiran  mengerjakan sesuatu yang positip.

4.Membiasakan diri bersikap mental yang positip maju dan selalu bergairah dalam setiap pekerjaan.

5. Mempunyai daya penggerak diri yang selalu menimbulkan inisiatip.

6. Tau mensyukuri dirinya, waktu, dan mensyukuri lingkungannya.

7.Bersedia membayar harga kemajuan, yaitu kesediaan berjerih payah

8. Memajukann lingkungan dengan menolong orang lain, agar orang lain dapat menolong dirinya sendiri.

9. Membiasakan membangun disiplin diri, bersedia menabung dan membuat anggaran waktu dan uang.

10. Selalu menarik pelajaran dari kekeliruan, kesalahan dan pengalaman pahit, serta berprihatin selalu.

11. Menguasai kemampuan jual, memiliki kepemimpinan, dan kemampuan memperhitungkan resiko.

12. Mereka berwatak maju dan cerdik serta percaya diri.

13. Mampu memusatkan perhatianya terhadap setiap tujuannya.

14. Berkepribadian yang menarik memahami seni bicara dan bergaul.

15. Jujur, bertanggung jawab, ulet, tekun dan terarah.

16. Memperhatikan kesehatan diri, tidak suka bergadang, tidak menjadi perokok berat, tidak minum alcohol dan narkotika.

17. Menjauhkan diri dari sikap iri, dengki, rakus, dendam, takut disaingi dan ragu-ragu.

18. Tunduk dan bersyukur kepada TYME

 

2. Pengertian Wirausaha

Menurut josephs chumpetter wirausaha adalah orang yang mendobrak sistim ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahanbakubaru.    Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang Wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

 

3. Wirausaha Pemerintah

Wirausaha Pemerintah berpijak pada pengertian wirausaha yang dikemukakan oleh Jean B. Say sekitar tahun 1800. Wirausaha adalah memindahkan berbagai sumber ekonomi dari berbagai suatu wilayah dengan produktipitas rendah ke wilayah dengan produktipitas tinggi dan hasil yang lebih besar. Seorang wirausahawan menggunakan sumber daya dengan cara baru untuk memaksimalkan produktipitas dan efektipitas. Pemerintah wirausaha akan mendekatkan diri pada pelanggan. Pemerintah wirausaha berorientasi pada pelanggan akan mendorong karyawan bertanggung jawab dan berprilaku yang fokus pada kepuasan pelanggan, berusaha mendepolitisasi, tidak melibatkan pandangan politik tertentu dalam memberikan layanan, merangsang lebih banyak inovasi, memberi kesempatan memilih alternatip bagi pelanggan.

 

1. Berbagai Macam Tipe Wirausaha

 Dari pengamatan prilaku wirausaha maka dapat dikemukakan tiga tipe wirausaha:

a. Wirausaha yang memiliki inisiatip

b. Wirausaha yang mengorganisir mekanis sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu.

c. Yang menerima resiko atau kegagalan.

Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasab pribadi.

 

5. Berbagai Macam Profil Wirausaha

a. Women Enterpreneur

            Banyak wanita yang terjun ke dalam bidang bisnis, alasan mereka menekuni bidang bisnis ini didorong oleh faktor-faktor antara lain ingin memperlihatkan kemempuan prestasinya, membantu ekonomi rumah tangga, frustasi terhada pekerjaan sebelumnya, dan sebagainya.

b. Minority Enterpreneur

      Kaum minoritas terutama di Negara kitaIndonesia kurang memiliki kesempatsan kerja di lapangan pemerintahan sebagaimana layaknya warga Negara pada umumnya. Oleh sebab itu, mereka berusaha menekuni kegiatan bisnis dalam kehidupan sehari-hari.

 

c. Immigrant  Enterpreneur

Kaum pendatang yang memasuki suatu daerah biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal. Oleh sebab itu mereka lebih leluasa terjun dalam pekerjaan yang bersifat non formal yang dimulai dari berdagang kecil-kecilan hingga berkembang menjadi pedagang tingkat menengah.

d. Part Time Enterpreneur

            Memulai bisnis dalam mengisi waktu lowong merupakan gerbang untuk berkembang menjadi usaha besar.

e. Home-Based Enterpreneur

Adapula ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga misalnya ibu-ibu yang pandai membuat kue dan aneka masakan yang akhirnya semakin lama usaha tersebut semakin maju.

f. Family-Owned Business

Sebuah keluarga dapat membuka berbagai jenis dan cabang usaha yang mungkin saja usaha ini dimulai lebih dulu oleh bapak setelah usaha bapak maju dikelola oleh ibu. Kedua usaha ini maju membuka cabang-cabang baru.

g. Copreneurs

Orang-orang yang ahli diangkat menjadi penanggung jawab divisi-divisi tertentu dari bisnis yang sudah ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

WANITA WIRAUSAHA

 

1. Dorongan R. A. kartini

Surat-surat Ibu Kartini di bukukan pula dengan judul Letters of A Javanese Princess dan beredar di Amerika sejak tahun 1921 oleh Charles Seribner Sons, New York. Penterjemahnya bernama Agnes Louise symmers menyebutkan bahwa Ibu Kartini dalam perjuangannya menyadari bahwa The Freedom Of Women Could Only Come Throught Economic Independence (kebebasan wanita hanya bias dating dari kebebasan ekonomi).

Karya tulis ibu Kartini tidak hanya sumber inspirasi bagi wanita-wanita negeri Belanda, tapi merupakan sumber inspirasi jutaan wanita seluruh dunia.

 

2. Skala Mengukur Minat Wirausaha

Mengukur diri sendiri dengan cara melingkari salah satu angka yang sesuai dengan pribadi anda. Arti dari masing-masing angka adalah:

5 = Sangat Kuat

4 = Kuat

3 = Sedang

2 = Lemah

1 = Lemah Sekali

Pedoman wawancara adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimana sejarah hidup pemiliknya?
  1. Apakah salah seorang famili dari pemilik memiliki usaha/
  2. Apakah pemilik ini pernah bekerja di perusahaan sebelumnya?
  3. Pernakah ia memimpin perusahaan sebelumnya?
  4. Adakah dasar pengetahuan yang ia miliki yang mendorong untuk membuka usaha?
  5. Mengapa ia terdorong untuk membuka bisnis/
  6. Mengapa ia memilih bisnis di bidang ini?
  7. Apakah bentuk hokum dari usaha ini?
  8. Apakah ada perijinan yang perku diurus dulu sebelum perusahaan berjalan?
  9. Berapa jumlah uang yang ia miliki pada saat membuka usaha/
  10. Dari mana ia mendapatkan uang itu?
  11. Apakah jumlah uang itu ideal untuk memulai usaha?
  12. Berapa lama ia mampu untuk mencapai titik “break event”
  13. Bagaimanakh perencanaan yang dibuat oleh pemilik sebelum membuka usaha?
  14. Berapa lama ia menyusun perencanaan, dan apakah selalu dikembangkan?
  15. Adakah tenaga ahli yang ia gunakan? Tenaga ahli dalam bidang apa?
  16. Bagaimana dan mengapa ia memilih lokasi di tempat ini
  17. Apakah ia mempromosikan pembukaan usahanya?
  18. Masalah apakah yang ia hadapi sejak membuka usaha sampai sekarang?
  19. Bagaimana mengatasi masalah itu?
  20. Catatan apa saja yang ia buat dalam perusahaan?
  21. Bagaimana reaksi familinya terhadap kegiatan usahanya?
  22. Apakah keuntungan dan kerugian membuka usaha?
  23. Informasi dan keterampilan apa saja yang diperlukan untuk membuka usaha ini?
  24. Nasehat apa yuang ia berikan apabila ada wanita lain yang ingin membuka usaha sejenis?
  25. bagaiman masa depan dari usaha ini?

Pada umumnya orang terdorong membuka usaha sendiri karena faktor berikut:

  1. Membuka kesempatan untuk memperoleh keuntungan
  2. Memenuhi keinginan dan minat pribadi
  3. terbuka kesempatan untuk menjadi “Bos”
  4. Adanya kebebasan dalam manajeman

 

 

 

3. Faktor-faktor Yang Menunjang/Menghambat Wanita Wirausaha

Faktor penunjang wanita karir untuk berkembang dalam bidang wirausaha

  1. Naluri kewanitaan yang bekerja lebih cermat, pandai mengantisipasi masa depan
  2. Mendidik anggota keluarga agar lebih berhasil di kemudian hari, dapat dikembangkan dalam personel manejemen perusahaan
  3. Faktor adat-istiadat, contohnya diBalidan Sumatra Barat dimana wanita memegang peranan dalam mengatur ekonomi rumah tangga
  4. Lingkungan kebutuhan hidup seperti jahit menjahit, menyulam membuat kue mendorong wanita pengusaha yang mengembangkan komoditi tersebut.
  5. majunya dunia pendidikan wanita sangat mendorong perkembangan wanita karir, menjadi pegawai atau membuka usaha sendiri dalam berbagai bidang usaha.

Faktor-faktor yang menghambat

  1. Faktor kewanitaan, dimana sebagai ibu rumah tangga ada masa hamil, menyusui, tentu agak mengganggu jalannya bisnis. Namun hal ini dapat diatasi dengan mendelegasikan tugas kepada karyawan lain.
  2. Faktor sosial budaya, adat istiadat. Wanita sebagai ibu rumah tangga, bertanggung jawab penuh dalam urusan rumah tangga, bila anak atau suami sakit, ia harus memberikan perhatian penuh, dan ini akan menggangu aktivitas usahanya.
  3. faktor emosional yang dimiliki wanita, disamping menguntungkan juga bisa merugikan. Misalnya dalam pengambilan keputusan, karena ada faktor emosional, maka keputusan yang diambil akan kehilangan rasionalitasnya.
  4. Sifat pandai, cekatan, hemat dalam mengatur keuangan rumah tangga, akan berpengaruh terhadap keuangan perusahaan.

 

 

 

4. Perbedaan Wanita Wirausaha dan Pria Wirausaha

Wanita pengusaha bertumbuh sangat pesat di Amerika, terutama di segmen bisnis kecil. Wanita membuka bisnis dua kali lipat banyaknya dari pria. Pada saat ini wanita memiliki sepertiga dari semua bentuk bisnis, dan diharapkan akan tumbuh menjadi 50% wanita pengusaha pada tahun 2000.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

SIFAT-SIFAT YANG PERLU DIMILIKI WIRAUSAHA

            Seorang wirausahawan haruslah seorang yang mampu melihat kedepan. Melihat ke depan bukanlah melamun kosong, tapi melihat, berfikir dengan penuh perhitungan. Mencari pilihan dari berbagai alternatip masalah dan pemecahannya. Dari berbagai penelitian di Amerika Serikat, untuk menjadi wirausahawan, seorang harus memiliki cirri-ciri sebagai berkut:

Ciri-ciri

Watak

* Percaya diri

 

 

 

* Berorientasikan tugas dan hasil

 

 

 

 

 

* Pengambil resiko

 

* Kepemimpinan

 

 

* Keorisinilan

 

 

 

 

 

 

* Berorientasi ke masa depan

 

 

-          Kepercayaan

-          Ketidak tergantungan, kepribadian mantap

-          Optimisme

-          Kebutuhan atau haus akan prestasi

-          Berorientasi laba atau hasil

-          Tekun dan tabah

-          Tekad, kerja keras motivasi

-          Penuh inisiatip

-          Mampu mengambil resiko

-          Suka pada tantangan

-          Mampu memimpin

-          Dapat bergaul dengan orang lain

-          Menanggapi saran dan kritik

-          Inovatip

-          Kreatip

-          Flesibel

-          Banyak sumber

-          Serba bisa

-          Mengetahui banyak

-                                                              Pandangan kedepan

 

-          Perseptip

 

Demikian banyak cirri khas kewirausahaan dan anda perlu memilikinya. Akan tetapi, jika tidak bisa anda memiliki semua tidak jadi masalah, dengan memilki sebagian pun cukup

  1. Percaya diri

Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independent dan sudah mancapai tingkat maturity. Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektip dan kritis. Dia tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain, tetapi dia mempertimbangkan secara kritis.

  1. Berorientasi Pada Tugas Dan Hasil

Orang ini tidak mengutamakan prestise dulu, prestasi kemudian. Akan tetapi dia gandrung pada prestasi baru kemudian setelah berhsil prestisenya akan naik. Anak muda yang selalu memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian, tidak akan mengalami kemajuan.

  1. Pengambilan Resiko

Anak muda sering dikatakan selalu menyenangi tantangan, mereka tidak takut mati. Ini salah satu faktor anak muda menyenangi olahraga yang penuh dengan resiko dan tantangan, seperti balap motor di jalan raya, kebut-kebutan, balap mobil orang tuanya, tapi contoh-contoh tersebut adalah arti negatip. Olahraga beresiko yang positip adalah panjat tebing, mendaki gunung, arum jeram, motor cross, kerate atau olahraga beladiri. Ciri-ciri atau watak seperti ini dibawa ke dalam wirausaha yang juga penuh dengan resiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku, dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan.

 

 

  1. Kepemimpinan

      Sifat kepemimpinan memang ada dalam diri masing-masing individu. Namun sekarang ini, sifat kepemimpinan sudah banyak dipelajari dan dilatih, ini tergantung kepada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang ia pimpin.

  1. Keorisinilan

      Sifat orisinil ini tentu tidak selalu ada dalam diri seseorang. Yang dimagsud orisinil disini adalah ia tidak hanya mengekor pada orang lain, tapi memiliki pendapat sendiri, ad aide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.

  1. Berorientasi ke Masa Depan

      Seorang wirausaha haruslah perspektip, mempunyai visi ke depan, apa yang hendak ia lakukan, apa yang hendak ia capai? Sebab sebuah uasaha bukan didirikan untuk sementara. Faktor kontinuitas harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan.

  1. Kreatifitas

Sifat keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreatifitas dalam pelaksanaan tugasnya. Apa yang dikatakan kreatip.

Contoh kegiatan kreatifitas:

-          Pencipta sepatu roda

-                                                                Di laboratorium seorang siswa mencoba berbagai eksperimen

-          Seorang wirausaha membuat berbagai kreasi dalam kegiatan usahanya.

-          Seorang murid membuat karangan bahasaIndonesia.

 

Hubungan Kreatifitas Dengan Intelegensi

  1. Kreatifitas rendah, intlegensi rendah
  2. Kreatifitas tinggi, intlegensi tinggi
  3. Kreatifitas rendah, intlegensi tinggi
  4. Kreatifitas tinggi, intlegensi rendah

 

 

BAB V

KEPRIBADIAN, TEMPRAMEN DAN WATAK

 

1. Pengertian Kepribadian

            Kepribadian seseorang tidak persis sama dengan kepribadian orang lain. Kepribadian ini adalah sangat unik, demikian dinyatakan oleh para ahli. Dengan kepribadian yang dimiliki oleh seseorang dia dapat memikat orang lai, orang menjadi simpati padanya, orang dapat tertarik pada pembicaraannya, orang terkesima olehnya.

 

2. Kepribadian Yang Produktip

 Macam-macam utility:

- Utility of place (kegunaan tempat)

- Utility of time (kegunaan waktu)

- Utility of form (Kegunaan bentuk)

- Utility of possesion (kegunaan kepemilikan)

 

Dua Dimensi Pokok Dari Social Responsibility:

a. Skill of social Interction, yaitu adanya keterampilan berinteraksi dalam masyarakat

- Qualities of spontaneity

- Friendiiness

- Tolerance

- Open relationship

b. Value structure, memiliki struktur nilai:

- Deep empaty

- concern for others

 

 

 

 

3. Temperament

Istilah temperament menunjukkan cara bereaksi atau bertingkah laku yang bersifat tetap. Sedangkan istilah watak dibentuk oleh pengalaman semasa kanak-kanak dan dapat berubah pada batas-batas tertentu karena diperolehnya pengalaman-pengalaman tertentu.

 

4. Watak

            Menurut ahli psikologi behavioristi, sifat-sifat waak dapat disamakan dengan sifat tingkah laku. Seorang wirausaha yang sukses sebagai salah satu kuncinyaia harus mempunyai kepribadian yang menarik, dengan melihat adanya kekurangan yang terdapat pada dirinya, ia harus berusaha belajar dari sesama manusia atau lingkingannya.

Faktor-faktor yang dapat dipelajari untuk mengembangkan bakat yang kita miliki diantaranya:

- Pikiran

- Perasaan

- Pertimbangan

- Sikap

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA MELALUI MOTIVASI

 

1. Pengertian Produktivitas

Produktivitas adalah suatu kuantitas atau volume dari produk atau jasa yang dihasilkan. Akan tetapi banyak yang menyatakan bahwa produktivitas bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas produk yang dihasilkan, yang harus juga dipakai  sebagai pertimbangan mengukur tingkat produktivitas. Dalam menentukan produktivitas tidak hanya dilihat faktor kuantitas saja, tapi juga faktor kualitasnya. Melihat definisi diatas maka produktivitas ini dapat diukur menurut tiga tingkatan, yaitu:

- Individu

- Kelompok

- Organisasi

 

Tiga ukuran produktivitas yang harus dipertimbangkan dalam mengelola organisasi, yaitu:

a. Untuk tujuan strategi, apakah organisasi sudah benar sesuai dengan apa yang   telah digariskan.

b. Effektivitas, sampai tingkat manakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.

c. Effisiensi, bagaimana perbandingan output dibagi input, dimana pengukuran output termasuk di dalamnya.

 

2. Pengertian Motivasi

            Motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan. Motivasi seseorang tergantung pada kekeuatan motifnya. Motif dengan kekuatan yang sangat besarlah yang akan menentukan perilaku seseorang.

Kekuatan motif dapat berubah karena:

- Terpuaskannya kebutuhan

- Karena adanya hambatan, maka orang mencoba mengalihkan motifnya kea arah lain.

 

3. Teori Motivasi Hirarki kebutuhan Maslow

teori motivasi yang sangat popular adalah teori hirarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Yang berpendapat bahwa hirarki kebutuhan manusia dapat dipakai untuk melukiskan dan meramalkan motivasinya. Teori tentang motivasi didasarkan oleh dua asumsi, pertama kebutuhan seseorang tergantung dari apa yang telah dipunyainya. Kedua, kebutuhan dilihat dari hirarki pentingnya.

 

4. Teori Motivasi Hawthorn

            Suatu hal yang sangat penting dan sangat berarti ditemukan bahwa untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan, perlu adanya faktor relation. Jadi karyawan mendapat perhatiankhusus secara pribadi terhadap dirinya dan juga kelompoknya, maka produktivitasnya akan meningkat. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus pandai mendekati dan memperhatikan pekerjaan yang sedang dikerjakan karyawan.

 

5. Teori X dan teori Y

    Teori X

    a. Pekerjaan pada dasarnya tidak disenangi orang banyak

 b. Kebanyakan orang lemah tanggung jawabnya dan suka dipimpin.

c. Kebanyakan orang kurang kreatip

d. Kebanyakan orang harus dikontrol secara ketat.

Teori Y

 a. Pekerjaan itu sebetulnya sama dengan bermain

b. Setiap orang mempunyai kemampuan kreativitas

c. Orang mempunyai kemampuan mengawasi diri sendiri guna mencapai tujuan.

 

6. Teori Pola A dan Pola B

            Teori pola A beranggapan bahwa orang atau individu tidak punya perasaan, tidak terbuka, suka menolak eksperimen, dan tidak mau menolong orang lain.

Pola B beranggapan bahwa setiap orang memiliki perasaan, ada tenggang rasa, bersifat terbuka, mau melakukan eksperimen.

 

7. Teori Hygiene dari Frederick Herzberg

            Kesimpulan Hezberg adalah ada dua kategori yang berlainan yang mempengaruhi perilaku. Ia menemukan bahwa bila orang merasa tidak puas dengan pekerjaannya maka mereka akan memperhatikan lingkungan sekitar tempatnya bekerja. Sebaliknya bila seseorang merasa senang dengan pekerjaannya, maka ia akan memperhatikan pekerjaannya.

 

8. Teori Ekspektsi dari Vroom

            Teori ini mendasarkan pemikirannya pada dua asumsi:

a. Manusia biasanya meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkan dari hasil karyanya.

b. Selain mempertimbangkan hasil yang dicapai, juga mempertimbangkan keyakinan orang tersebut bahwa yang dikerjakannya itu akan memberikan sumbangan terhadap tercapainya tujuan yang diharpkan.

 

9. Teori Motivasi Model Porter dan Lawyer

            Penampilan sesungguhnya dalam suatu pekerjaan ditentukan oleh upaya yang dicurahkan serta dipengaruhi oleh kemampuan untuk melaksanakan dan persepsinya tentang tugas.

 

10. Teori Prestasi dari Mc Clelland

            teori ini berusaha menjelaskantingkah laku yang berorientasi pada prestasi yang didefinisikan sebagi tingkah laku yang diarahkan terhadap tercapainya standart of excellent

11. Teori Z dari William G. Ouchi

William G. Ouchi meneliti rahasia kesuksesan yang dinikmati oleh perusahaan-perusahaan jepang yang melejit maju meninggalkan partnernya para pengusaha Amerika. Dikatakan bahwa issu yang popular bagi Amerika untuk decade yang akan dating bukan persoalan teknologi, investsi atau inflasi. Akan tetapi issu pokok adalah bagaimana menghadapi suatu kenyataan keunggulan Jepang yang bekerja jauh lebih baik dari Amerika

Categories: Berita
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 774 other followers

%d bloggers like this: