Syukur dengan Oksigen Gratis
Sekali bernafas, kita perlu 0.5 L udara. Jika dlm satu menit bernafas 20X berarti kita perlu udara 10l, shg dlm sehari perlu 14.400l. Didlm udara tdp 20% oksigen dan 80% nitrogen. Jadi dlm sehari kita menghirup 2.880 l oksigen dan 11.376 l nitrogen. Jika oksigen Rp25.000/l dan nitrogen Rp9.900/l, mk biaya bernafas sehari Rp185.199.200 dan sebulan Rp 5.555.736.000,-. Ya, Allah Kau sungguh Maha Pemurah. Alhamdulillah
Copy dari Bapak Istamar Syamsuri
PROTISTA
TENTANG PROTISTA
Protista sendiri berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula, dan ksitos artinya menyusun. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. Meskipun begitu, dibandingkan dengan monera, protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. Protista ada yang bersifat autotrof dan ada yang heterotrof. Protista autotrof memperoleh makanan dari fotosintesis, sedangkan yang heterotrof memperoleh makanan dari organisme lain. Beberapa jenis diketahui dapat hidup sebagai autotrof dan heterotrof sekaligus.
Protista merupakan makhluk hidup eukariot paling sederhana, tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku, dan ekologinya dibanding dengan Arkeobakteria dan Eubakteria. Protista merupakan kelompok mikroorganisme eukariotik, belum terdapat diferensiasi jaringan, dan menunjukkan kemiripan morfologi dan fisiologi dengan hewan, tumbuhan, atau jamur. Kebanyakan Protista adalah organisme uniseluler mikroskopis, namun ada pula yang multiseluler atau berkoloni dengan banyak sel. Koloni Protista dapat membentuk organisasi sel yang menyerupai organisme tingkat tinggi.
Kingdom Protista sering dikatakan makhluk hidup yang mempunyai bentuk campuran (mixed metamorf), kadang-kadang dapat berbentuk seperti tumbuhan karena dapat berfotosintesis, tetapi ada juga yang dapat bergerak seperti hewan. Hal tersebut sering membingungkan para ahli dalam mengelompokkannya, apakah termasuk hewan atau tumbuhan. Pada akhirnya untuk mempermudah cara pengelompokkannya, para ahli sepakat mengelompokkan menjadi tiga kelompok besar berdasarkan cara memperoleh makanan dan cara hidupnya.
1. PROTISTA MIRIP HEWAN (PROTOZOA)
Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma , sitoplasma dan mitokondria. Beberapa protozoa ada yang mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati, tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara individual, tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.
Pada dasarnya protozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Organisme uniseluler (bersel satu)
- Eukariotik (memiliki membran nukleus
- Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni
- Umumnya tidak dapat membuat makananya sendiri (heterotof)
- Hidup bebas, saprofit dan parasit
- Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
- Alat gerak berupa pseudopia , silia atau flagela
Klasifikasi protozoa
Berdasarkan struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:
- Kelas Rhizopoda (sarcodina)
- Kelas Ciliata
- Kelas Flagellata
- Kelas sporozoa
1. KELAS RHIZOPODA (SARCODINA)
- Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa.
- Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia.
- Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista.
Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba. Pada Amoeba , pergerakkan Amoeba dengan menggunakan kaki semu terjadi karena adanya rangsangan makanan. Makananya dapat berupa ganggang, bacteri atau sisa-sisa organik. Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup liar di luar tubuh organisme lain (hidup bebas). Contohnya Amoeba proteus, Foraminifera , Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme , contohnya Entamoeba histolityca, dan Entamoeba coli.
Struktur tubuh Amoeba:
Sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel – organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.
- Membrane sel atau membran plasma : Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma.
Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, satu vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan. Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur selurug kegiatan yang berlangsung di dalam sel. - Vakuola Kontraktil : berfungsi sebagai organ eksresi sisa makanan. Vakuola kontraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis di sekitarnya.
- vakuola makanan : sering disebut dengan vakuola makanan berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut
Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :
a. Ektamoeba : hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba proteus
b. Entamoeba : hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
2. KELAS FLAGELLATA (MASTIGOPHORA)
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi dua yaitu:
- Flagellata autotrofik (berkloroplas) , dapat berfotosintesis. Contohnya Euglena viridis, Noctiluca mliliaris, volvox globator.
- Flagellata heterotrofik (tidak berkloroplas), tidak dapt berfotosintesis. Contohnya Trypanosoma gambiense, Leishmania. Sebagian besar hidup bebas dan ada pula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada organisme mati.
Flagellata juga dibagi menjadi dua yaitu : Fitoflagellata dan zooflagellata.
1. Fitoflagellata
Adalah flagellata yang dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencerna makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernanya di dalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencerna organisme yang sudah mati (saprofit). Habitat fitoflagellata di perairan bersih dan perairan kotor. Fitoflagellata bergerak dengan menggunakan flagella.
Fitoflagellata mempunyai ciri-ciri :
a. struktur tubuh
Tubuhnya diselubungi oleh membrane selulosa, misalnya Volvox. Ada pula yang memiliki lapisan pelikel, misalnya euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.
b. Reproduksi
Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri.
c. Klasifikasi
Dibagi menjadi 3 kelas:
1. Euglenoida : Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel. Contohnya yang terdapat pada Euglena viridis.
Euglena viridis mempunyai ciri-ciri :
- Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron
- Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk
- Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang.
- Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis
- Memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna.
2. Dinoflagellata : contohnya terdapat pada Noctiluca milliaris, yang mempunyai ciri-ciri :
- Memiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek
- Dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu
- Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
3. Volvocida yang mempunyai ciri-ciri mempunyai ciri-ciri :
- bentuk tubuh umumnya bulat
- koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella
- Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
2. Zooflagellata
Adalah flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan. Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit.
CIRI-CIRI :
a. Struktur tubuh
Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran iar dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak.
b. Reproduksi
Dilakukan secara aseksual dengan membelah biner secara longitudinal , sedangkan reproduksi seksual belum diketahui.
Contohnya adalah:
1. Trypanosoma
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjang seperti daun , merupakan parasit dalam darah vertebrata , dan tidak membentuk kista.
Jenis – jenis Trypanosoma antara lain adalah:
a. Trypanosome lewisi hidup pada tikus , hospes perantaranya adalah lalat tse-tse
b. Trypanosoma evansi , penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes perantaranya adalah lalat tse – tse.
c. Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia manusia.
d.Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)
2. Leishmania
merupakan penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Jenis-jenis Leismania adalah :
a. Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir , sekitar laut tengah , dan india.
b. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit , disebut penyakit oriental sore, terdapat di Asia (daerah mediterania) dan sebagian Amerika selatan.
c. Leishmania brasiliensis, juga oenyebab oenyakit kulit dimeksiko dan amerika tengah selatan.
SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA
INDIKATOR :
siswa mampu mendeskripsikan sistem reproduksi pada manusia dan identifikasi gangguannya
ALAT REPRODUKSI LAKI-LAKI
ALAT KELAMIN DALAM :
- Testes
- Epididimis
- Vas Deferens
- Saluran Ejakulasi
- Urethra
TESTIS
- Disebut gonad jantan
- Jumlahnya sepasang, bentuknya bulat telur
- Tersimpan dalam kantong skrotum
- Untuk memproduksi sel sperma dan hormon testosteron
- Banyak pembuluh halus (tubulus seminiferus)
EPIDIDIMIS
- Saluran yg keluar dari testes
- Salurannya panjang dan berkelol-kelok dalam skrotum
- Setiap testes pinya satu epididimis
- Tempat menyimpan sperma untuk sementara waktu
- Tempat untuk mematangkan sperma menuju vas deferens
VAS DEFERENS
- Saluran lanjutan dari epididimis
- Saluran lurus mengarah ke atas
- Bagian ujungnya terdapat dalam kelenjar prostat
- Untuk mengangkut sperma dari epididimis ke vesikula seminalis
SALURAN EJAKULASI
- Saluran pendek dari vesikula seminalis dengan uretra
- Mampu menyemprotkan sperma tinggi masuk ke uretra
URETHRA
- Saluran akhir reproduksi dalam penis
- Mempunyai dua fungsi sebagai saluran urine dan saluran kelamin
KELENJAR KELAMIN
- Vesikula seminalis
- Kelenjar prostata
- Kelenjar bulbourethra ( kelenjar Cowper)
VESIKULA SEMINALIS
- Disebut kantung mani atau vesikula seminalis
- Jumlah sepasang tetapi terikat dlm satu kantung
- Menghasilkan getah kekuningan banyak zat makanan
- Untuk memberi makan sel-sel sperma
KELENJAR PROSTAT
- Menghasilkan getah yg dialirkan ke saluran sperma
KELENJAR COWPER (BULBOURETRALIS)
- Menghasilkan getah (lendir) yg dialirkan ke uretra
- Sperma yg telah bercampur dengan cairan lain disebut semen
ALAT KELAMIN LUAR :
1. Penis
2. Skrotum
PENIS
- Alat untuk kopulasi (memasukkan sperma kedalam organ reproduksi perempuan)
- Banyak pembuluh darah
- Banyak jaringan erektil (corpus cavernosum)
- Mulai berfungsi setelah puber (14 tahun)
SKROTUM
- pembungkus testes
SPERMATOGENESIS
- Pembentukan sperma terjadi didalam testes (buah zakar)
- Dimulai dari sel induk sperma (spermatogonia) yang bersifat diploid yang mengandung 23 pasang kromosom
- Spermatogonia membelah mitosis menghasilkan spermatozoid primer yg bersifat diploid
- Spermatozoid primer membelah reduksi (meiosis) menghasilkan spermatozoid sekunder yg haploid
- Selanjutnya spermatozoid sekunder membelah menghasilkan spermatid, yaitu calon sperma yg belum mempunyai ekor
- Sperma berkembang menjadi spermatozoa yg dilengkapi ekor
- Ekor merupakan hasil pertumbuhan dari mikrotubulus
- Setiap sperma mempunyai bagian ujung yang disebut kepala
- Pucuk kepala mengandung akrosom yg berisi enzim hialuronidase dan proteinase
- Kedua enzim ini berperan untuk menembus lapisan pelindung sel telur
- Bagian tengah sperma banyak mengandung mitokondria
- Spermatozoa orang dewasa berjumlah 200 juta
- Produksi spermatozoa dipengaruhi FSH (folicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone)
- Produksi sperma dilakukan bersamaan dengan produksi hormon testosteron
- Hormon testosteron merupakan kendali terhadap produksi FSH dan LH
- Spermatazoa yg terbentuk akan melalui saluran tubulus yg berkelok-kelok terus meninggalkan testes melalui epididimis
- Didalam epididimis spermatozoa tinggal selama kurang lebih tiga minggu hingga menjadi dewasa
- Selanjutnya spermatozoa masuk ke vas deferens
- Di ujung vas deferens spermatozoa bercampur getah produk kelenjar vesikula seminalis, prostat, dan cowperi
- Ketiga kelenjar tersebut menghasilkan getah yg menjamin kehidupan spermatozoa
- Getah ini bersifat basa, sehingga cairan semen menjadi berisifat basa
- Suasana basa ini penting untuk melindungi spermatozoa karena uretra saluran kelamin wanita bersifat asam
TEKNOLOGI MAKANAN
TEKNOLOGI MAKANAN
Kelainan fungsi tubuh, misalnya obesitas (kegemukan), dapat dikendalikan dengan pengolahan makanan dan diet dengan makanan yang diproduksi secara khusus. Demikian pula dengan kelainan organ yang menyebabkan kelainan metabolisme, seperti diabetes mellitus, juga dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang bergula rendah.
- Makanan Berkadar Gula Rendah
Sumber utama energi bagi tubuh adalah glukosa. Meskipun lemak dan protein yang juga sumber energi tersedia berlimpah, keduanya sulit untuk dicerna. Namun bagi orang yang mengalami kelainan diabetes mellitus, asupan gula tidak boleh berlebihan karena akan meningkatkan kadar glukosa darah. Oleh sebab itu saat ini berkembang teknologi yang menyediakan pemanis dengan kadar kalori rendah.
Berikut ini adalah contoh-contoh pemanis berkalori rendah yang aman untuk dikonsumsi : Read more…
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
A. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan (jumlah, massa, volume) sel, bersifat kuantitatif (dapat terukur) dan tidak dapat kembali (irreversible).
Dalam proses pertumbuhan dipengaruhi oleh factor-faktor sebagai berikut:
1. Faktor Luar, yang meliputi:
a. Nutrisi (makroelemen : C, H, O, N, P, S, Ca, K, Mg ; mikroelemen :
B, Br, Cu, Co, Mn, Zn, Fe, Ni)
b. Cahaya
c. Suhu, Gravitasi
d. Kelembapan, pH
2. Faktor Internal, yang meliputi Gen sebagai pusat kendali genetik serta hormon
sebagai produk dari ekspresi gen.
ANABOLISME
ANABOLISME
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis.
1. Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (tidak kelihatan).
Yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.
Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.
Untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis diperlukan energi cahaya matahari, dapat dilakukan percobaan Ingenhousz.
Read more…
Keanekaragaman Hayati
KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah.
Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.
Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.
Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut Read more…
KESEIMBANGAN HUKUM HARDY-WEIBERG
Dalam populasi yang besar dimana terdapat perkawinan acak dan ketidakhadiran kekuatan yang dapat mengubah proporsi-proporsi alele pada lokus yang sudah ada, proporsi-proporsi asli dari genotip-genotip akan tetap konstan dari generasi ke generasi. Alele dominan tidak mengganti alele yang resesif. Karena proporsi mereka tidak berubah, genotip dikatakan dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg.
Dalam terminologi aljabar, prinsip Hardy-Weinberg ditulis dalam sebuah persamaan. Bentuk ini dikenal dengan binomial expansion. Untuk sebuah gene dengan dua alternatif alele, yang kita sebut A dan a, maka persamaannya adalah
|
( p + q )2 = p2 + 2pq + q2
Dalam statistik, frekuensi didefinisikan sebagai perbandingan individu-individu dalam kategori tertentu dikaitkan dengan jumlah total individu yang sedang diperhitungkan.
Post by : mirza faishal
GENETIKA POPULASI
Ketika mempertimbangkan teori Darwin bahwa evolusi adalah serangkaian kemajuan perubahan adaptif yang dihasilkan melalui seleksi alam, jalan terbaik melihatnya adalah dengan melihat bahan dasar yang tersedia untuk proses seleksi yaitu variasi genetik yang terdapat diantara individu-individu dalam satu spesies yang mana seleksi alam memilih alela yang cocok.
Di awal abad ini, sains genetika menyumbangkan relatif sedikit pemahaman kita tentang proses evolusi. Pertama, genetika dilibatkan terutama menyangkut pemahaman tentang aktivitas gen-gen secara individual. Pada gilirannya, para ahli evolusi tidak dapat memahami bagaimana pengamatan-pengamatan yang ada mungkin dapat menjelaskan proses evolusi dari suatu struktur komplek seperti sebuah mata.
FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM
JUDUL KEGIATAN
I. TUJUAN
Jelaskan secara singkat tujuan dari kegiatan/praktikum ini. Sajikan dalam bentuk list numbering.
II. TINJAUAN SINGKAT
Teori-teori biologi yang terlibat dalam kegiatan ini dan sedikit uraiannya
III. ALAT DAN BAHAN
Uraian tentang alat dan bahan yang diperlukan. Pisahkan antara alat dan bahan.
IV. CARA KERJA
Urutan langkah kerja yang dilakukan. Disesuaikan dengan kondisi di lapangan
V. HASIL
Hasil singkat kegiatan, bisa disajikan dalam bentuk diagram, grafik, tabel dll.
VI. PEMBAHASAN
Berikan uraian tentang temuan yang ada disesuaikan dengan tujuan kegiatan. Dimungkinkan membahas temuan lain yang berbeda dari tujuan/hasil sampingan.
VII. KESIMPULAN
Berisi kesimpulan dari kegiatan ini dan disesuaikan dengan tujuan. Bila ada kesimpulan lainnya dapat dijelaskan pula.
Posting by : mirza faishal






Recent Comments